Ketika seseorang mendengar diagnosis penyakit kritis, hal pertama yang biasanya terpikir adalah kesehatan.
Bagaimana pengobatannya?
Dokter siapa yang harus ditemui?
Berapa lama proses pemulihannya?
Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering terlambat dipikirkan:
“Bagaimana kondisi keuangan keluarga saya selama saya menjalani pengobatan?”
Pertanyaan ini penting karena sakit kritis bukan hanya dapat mengubah kondisi kesehatan seseorang. Dalam banyak situasi, kondisi tersebut juga dapat mengubah arus kas keluarga.
Pengeluaran dapat bertambah, sementara kemampuan menghasilkan pendapatan berpotensi menurun.
Di sinilah santunan sakit kritis dapat menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga.
Ketika Penghasilan Berhenti, Pengeluaran Tidak Ikut Berhenti
Bayangkan seorang ayah menjadi sumber utama penghasilan keluarga.
Setiap bulan, penghasilannya digunakan untuk membayar kebutuhan rumah tangga, cicilan rumah, biaya sekolah anak, listrik, transportasi, investasi, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Kemudian terjadi sesuatu yang tidak pernah direncanakan.
Ia mengalami penyakit kritis dan harus menjalani pengobatan serta masa pemulihan dalam waktu yang cukup panjang.
Penghasilan mungkin berkurang.
Tetapi apakah cicilan rumah berhenti?
Apakah biaya sekolah anak berhenti?
Apakah tagihan listrik dan kebutuhan dapur berhenti?
Tentu tidak.
Inilah salah satu risiko terbesar penyakit kritis terhadap keuangan keluarga: penghasilan dapat terganggu ketika kebutuhan finansial tetap berjalan.
Karena itu, perencanaan keuangan yang baik tidak hanya menghitung berapa banyak uang yang dimiliki saat ini.
Kita juga perlu bertanya:
“Apa yang terjadi pada keuangan keluarga jika sumber penghasilan utama tiba-tiba terganggu?”
Sakit Kritis Bisa Menguras Lebih dari Tabungan
Banyak keluarga merasa sudah cukup aman karena memiliki tabungan.
Memiliki dana darurat memang sangat penting.
Namun, dana darurat memiliki batas.
Misalnya sebuah keluarga memiliki tabungan Rp100 juta.
Sekilas angka tersebut terlihat cukup besar.
Tetapi jika kebutuhan keluarga mencapai Rp15 juta per bulan dan pencari nafkah utama tidak dapat bekerja selama enam bulan, kebutuhan hidup saja dapat mencapai sekitar Rp90 juta.
Belum termasuk kemungkinan kebutuhan tambahan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan.
Jika seluruh tabungan digunakan, keluarga mungkin kehilangan bantalan finansial yang selama ini dipersiapkan untuk kebutuhan lain.
Dana pendidikan anak bisa ikut terpakai.
Investasi bisa dicairkan lebih cepat.
Dana pensiun mungkin harus dikurangi.
Bahkan aset yang sebenarnya ingin dipertahankan bisa terpaksa dijual.
Masalahnya bukan karena keluarga tidak punya uang. Masalahnya adalah uang yang tersedia mungkin harus digunakan untuk terlalu banyak kebutuhan sekaligus.
Inilah Fungsi Penting Santunan Sakit Kritis

Santunan sakit kritis dapat membantu menyediakan sumber dana tambahan ketika seseorang mengalami penyakit kritis yang dijamin dan memenuhi ketentuan polis.
Inilah yang membuat santunan penyakit kritis memiliki fungsi berbeda dari sekadar tabungan.
Tabungan berasal dari uang yang kita kumpulkan sendiri.
Sedangkan perlindungan asuransi dirancang untuk membantu menghadapi risiko tertentu berdasarkan manfaat dan ketentuan yang disepakati dalam polis.
Ketika manfaat santunan dibayarkan sesuai ketentuan polis, dana tersebut dapat memberikan fleksibilitas bagi keluarga untuk menghadapi berbagai kebutuhan finansial.
Misalnya:
- membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga;
- membantu menghadapi potensi kehilangan penghasilan;
- mendukung kebutuhan selama masa pemulihan;
- membantu menjaga rencana pendidikan anak;
- membantu memenuhi kewajiban finansial;
- atau digunakan untuk kebutuhan lain sesuai kondisi keluarga.
Dengan demikian, keluarga tidak harus langsung mengandalkan satu sumber dana saja.
Jangan Sampai Dana Pendidikan Anak Ikut Terkorbankan
Salah satu alasan mengapa perlindungan penyakit kritis perlu diperhatikan adalah karena dampaknya dapat menjalar ke tujuan keuangan keluarga.
Misalnya orang tua sedang mempersiapkan dana pendidikan anak.
Dana tersebut seharusnya digunakan beberapa tahun lagi ketika anak masuk perguruan tinggi.
Tetapi ketika penyakit kritis terjadi dan membutuhkan dana besar, tabungan pendidikan bisa menjadi salah satu sumber dana yang paling mudah dicairkan.
Akibatnya, satu risiko kesehatan dapat mengganggu rencana keuangan yang sebenarnya sudah dipersiapkan bertahun-tahun.
Hal yang sama bisa terjadi pada dana pensiun.
Padahal, dana pensiun dikumpulkan untuk kebutuhan masa depan.
Menggunakan dana pensiun untuk menghadapi risiko hari ini dapat menciptakan masalah finansial baru di kemudian hari.
Karena itu, setiap tujuan keuangan sebaiknya memiliki perlindungan yang memadai.
Santunan Sakit Kritis Bukan Pengganti Dana Darurat
Penting untuk memahami bahwa santunan sakit kritis dan dana darurat bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satunya.
Keduanya memiliki fungsi berbeda.
Dana darurat dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan tidak terduga yang memenuhi tujuan dana tersebut.
Sementara santunan sakit kritis dirancang untuk memberikan manfaat ketika terjadi risiko penyakit kritis yang dijamin berdasarkan ketentuan polis.
Bayangkan seperti membangun sebuah rumah.
Dana darurat adalah salah satu fondasinya.
Perlindungan asuransi adalah bagian lain dari sistem perlindungan tersebut.
Semakin banyak risiko yang dapat dipetakan dengan baik, semakin terstruktur pula perencanaan keuangan keluarga.
Berapa Santunan yang Dibutuhkan?
Tidak ada angka yang sama untuk setiap keluarga.
Seorang lajang dengan sedikit kewajiban tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan seorang kepala keluarga yang memiliki pasangan, tiga anak, cicilan rumah, bisnis, dan berbagai kewajiban lainnya.
Karena itu, kebutuhan santunan sakit kritis sebaiknya dihitung berdasarkan kondisi masing-masing.
Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:
1. Pengeluaran keluarga
Berapa biaya yang dibutuhkan keluarga setiap bulan?
2. Ketergantungan terhadap penghasilan
Seberapa besar keluarga bergantung pada penghasilan orang yang diasuransikan?
3. Jumlah tanggungan
Berapa orang yang secara finansial bergantung pada penghasilan tersebut?
4. Kewajiban finansial
Apakah terdapat cicilan rumah, kendaraan, pinjaman bisnis, atau kewajiban lainnya?
5. Tujuan keuangan
Bagaimana dengan pendidikan anak, dana pensiun, dan tujuan keuangan jangka panjang?
6. Aset dan dana darurat
Berapa dana yang benar-benar tersedia dan mudah digunakan ketika terjadi kondisi darurat?
Dari sini kita dapat menghitung potensi financial gap, yaitu selisih antara kebutuhan finansial keluarga dengan sumber dana yang tersedia.
Mengenal PruCritical Amanah
Salah satu produk yang dapat dipelajari dalam konteks perlindungan penyakit kritis berbasis syariah adalah PruCritical Amanah dari Prudential Syariah.
Secara umum, produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap risiko penyakit kritis sesuai dengan manfaat dan ketentuan yang tercantum dalam polis.
Konsep perlindungan seperti ini dapat menjadi bagian dari strategi keluarga untuk mempersiapkan sumber dana apabila terjadi risiko penyakit kritis yang memenuhi ketentuan manfaat.
Namun, penting untuk tidak melihat produk hanya dari sisi nama atau besarnya manfaat.
Setiap calon peserta perlu memahami penyakit yang dijamin, definisi penyakit kritis, manfaat, masa perlindungan, ketentuan klaim, pengecualian, kontribusi, serta ketentuan lainnya sesuai dokumen produk dan polis yang berlaku.
Karena kebutuhan setiap keluarga berbeda, jumlah perlindungan juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing.
Pertanyaan yang Lebih Penting daripada “Berapa Premi?”
Ketika membicarakan asuransi, banyak orang langsung bertanya:
“Berapa preminya?”
Padahal ada pertanyaan yang lebih penting:
“Kalau saya terkena penyakit kritis, berapa besar dampaknya terhadap keuangan keluarga?”
Misalnya kebutuhan keluarga Rp20 juta per bulan.
Jika kemampuan menghasilkan pendapatan terganggu selama satu tahun, secara sederhana terdapat potensi kebutuhan Rp240 juta untuk mempertahankan pengeluaran tersebut.
Tentu ini hanya ilustrasi dan kebutuhan sebenarnya harus dihitung berdasarkan kondisi masing-masing keluarga.
Tetapi ilustrasi tersebut menunjukkan satu hal:
Risiko finansial penyakit kritis bisa jauh lebih besar daripada yang terlihat pada awalnya.
Jangan Menunggu Keuangan Terganggu Baru Mencari Perlindungan
Perencanaan keuangan pada dasarnya adalah tentang mempersiapkan sesuatu sebelum dibutuhkan.
Kita menabung untuk pendidikan sebelum anak kuliah.
Kita menyiapkan dana pensiun sebelum memasuki masa pensiun.
Kita membangun dana darurat sebelum keadaan darurat terjadi.
Begitu juga dengan perlindungan penyakit kritis.
Kita tidak mempersiapkannya karena berharap sakit.
Kita mempersiapkannya karena memahami bahwa risiko kesehatan dapat memiliki konsekuensi finansial yang nyata.
Dan ketika risiko tersebut terjadi, keluarga setidaknya memiliki satu lapisan perlindungan tambahan untuk membantu menjaga rencana keuangan tetap berjalan.
Karena Keluarga Tidak Hanya Membutuhkan Uang Hari Ini
Pada akhirnya, tujuan dari perencanaan santunan sakit kritis bukan sekadar mendapatkan sejumlah uang ketika terjadi penyakit.
Tujuan yang lebih besar adalah menjaga agar satu kejadian tidak menghapus seluruh rencana keuangan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Anak tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Kebutuhan rumah tangga tetap dapat direncanakan.
Aset tidak harus langsung dijual.
Dana pensiun tidak harus menjadi sumber dana pertama.
Dan orang yang sedang sakit dapat lebih fokus pada proses pemulihan.
Karena itu, santunan sakit kritis sebaiknya dilihat sebagai bagian dari strategi perlindungan keuangan keluarga, bukan sekadar produk asuransi.
Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut mengenai perlindungan penyakit kritis melalui PruCritical Amanah, informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui:
cinta1milyar.com/prucritical-amanah
Pelajari manfaat, ketentuan, pengecualian, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan Anda sebelum mengambil keputusan.
Karena menjaga kesehatan itu penting. Tetapi memastikan keluarga tetap memiliki fondasi keuangan ketika kesehatan menghadapi ujian juga tidak kalah penting.
FAQ
1. Apa itu santunan sakit kritis dan mengapa penting untuk keluarga?
Santunan sakit kritis adalah manfaat perlindungan finansial yang diberikan ketika tertanggung mengalami penyakit kritis yang dijamin dan memenuhi ketentuan polis. Santunan ini penting karena penyakit kritis dapat meningkatkan pengeluaran sekaligus mengganggu penghasilan, sehingga keluarga memiliki sumber dana tambahan untuk menjaga kondisi keuangan selama masa pengobatan dan pemulihan.
2. Apa dampak penyakit kritis terhadap keuangan keluarga?
Penyakit kritis dapat berdampak pada keuangan keluarga melalui dua sisi: pengeluaran yang berpotensi meningkat dan pendapatan yang dapat terganggu. Biaya perawatan, pemulihan, transportasi, kebutuhan rumah tangga, serta berkurangnya kemampuan bekerja dapat membuat tabungan dan aset keluarga lebih cepat digunakan.
3. Apakah santunan sakit kritis sama dengan asuransi kesehatan?
Tidak selalu. Asuransi kesehatan umumnya memberikan manfaat yang berkaitan dengan biaya perawatan medis sesuai ketentuan polis, sedangkan santunan sakit kritis memberikan manfaat finansial apabila tertanggung mengalami penyakit kritis yang dijamin dan memenuhi persyaratan polis. Keduanya dapat memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.
4. Berapa besar santunan sakit kritis yang ideal untuk keluarga?
Tidak ada jumlah yang sama untuk setiap keluarga. Kebutuhan santunan dapat dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan, jumlah tanggungan, kewajiban utang, biaya pendidikan anak, kebutuhan pemulihan, potensi kehilangan penghasilan, dana darurat, aset likuid, dan perlindungan yang sudah dimiliki. Perhitungan tersebut membantu mengetahui financial gap keluarga jika terjadi penyakit kritis.
5. Bagaimana PruCritical Amanah dapat menjadi bagian dari perlindungan finansial keluarga?
PruCritical Amanah dari Prudential Syariah merupakan produk perlindungan terhadap risiko penyakit kritis sesuai manfaat dan ketentuan polis. Perlindungan ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari strategi pengelolaan risiko keuangan keluarga. Sebelum memilih produk, calon peserta perlu memahami manfaat, penyakit yang dijamin, masa perlindungan, ketentuan klaim, pengecualian, dan ketentuan lain dalam polis yang berlaku.